29 November 2022
Google search engine
BerandaNTBDisperin NTB Tingkatkan Kemampuan Pengolahan Data Industri

Disperin NTB Tingkatkan Kemampuan Pengolahan Data Industri

Mataram, pelitanews – Dinas Perindustrian Provinsi NTB terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga pengolah data industri yang bertujuan untuk menghasilkan data industri yang valid dan terintegrasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Disperin NTB mengadakan Bimtek Analisis dan Sinkronisasi data Provinsi NTB yang bertempat di aula Disperin NTB, Kamis (10/02).

Kepala Dinas Perindustrian NTB yang diwakili oleh Kabid Sarana dan Prasarana, Lalu Siswadi Handayani, SE., M. Pd pada saat membuka acara menyampaikan Bimtek tersebut menghadirkan Fungsional Statistisi Ahli Madya, Mohammad Junaedi dari BPS NTB sebagai narasumber.

“Kami sengaja menghadirkan tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memberikan arahan dan masukan bagaimana mengolah data, khususnya data industri agar valid dan terintegrasi” katanya.

Lalu Siswadi menjelaskan saat ini Disperin NTB sedang mengembangkan aplikasi yang bernama SIMANIS (Sistem Informasi Manajamen Industri). Harapannya data pelaku industri dan perbankan bisa masuk di dalamnya, sehingga para pelaku industri bisa mengakses pembiayaan di sana. Oleh karenanya data yang valid dan terintegrasi adalah kunci.

Selain itu, Bimtek ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan share PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sektor Industri. Karena melalui data serta hasil analisis yang valid, indikator-indikator dalam penentuan share PDRB bisa menjadi fokus Disperin NTB dalam penyusunan program dan anggaran.

“Semoga melalui Bimtek ini, kompetensi pengolah data Dinas Perindustrian NTB semakin berkembang untuk mewujudkan data industri yang valid dan terintegrasi. Menuju NTB Gemilang” tuturnya.

Sementara itu Mohamad Junaedi dalam paparannya menyampaikan salah satu indikator dalam PDRB adalah adanya nilai tambah.

“contohnya seperti ini: produk sate rembige sebelum di kemas harganya 20 ribu, tapi setelah dalam kemasan vakum tahan lama, harganya naik menjadi 30 ribu. Nah selisih dari sebelum dikemas dan setelah dikemas itulah yang disebut nilai tambah. Baik berupa produk olahan (barang) ataupun jasa, ” pungkasnya. (Azkia/perin-pelita)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!