15 Mei 2022
Google search engine
BerandaNTBDoktor Zul Sebut Balap MXGP 2022 Digelar di Sumbawa Besar

Doktor Zul Sebut Balap MXGP 2022 Digelar di Sumbawa Besar

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, terus mematangkan persiapan penyelenggaraan MXGP 2022 yang direncanakan akan dilaksanakan di Kawasan Samota, Sumbawa Besar.

Melalui keterangan pers dilansir dari tempo.co, Doktor Zul menyatakan bahwa NTB sudah siap menjadi tuan rumah 3 kegiatan balap kelas dunia, yakni MotoGP, MXGP dan World Superbike.

“Insya Allah kalau tidak ada aral merintang, tahun 2022 NTB akan jadi tuan rumah 3 kegiatan balap motor dunia,” kata Zulkieflimansyah di Jakarta, Rabu 29 Desember 2021.

Selain itu, Zulkieflimansyah juga menyatakan bahwa beberapa kejuaraan sedang coba dilakukan simulasi untuk diselenggarakan di Dompu dan Bima kedepannya.

“Beberapa kejuaraan juga sedang coba disimulasi untuk diselenggarakan di Dompu dan Bima. Doakan semua lancar dan sesuai rencana. Amin,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Happy Harinto kepada Tempo, mengatakan akan mengeluarkan rilis Januari 2022. ”Januari akan ada released,” ujarnya.

Ketua IMI NTB Muhammad Nur Haedin atau Edo menjelaskan kondisi lokasi di Sumbawa masih sulit untuk level MXGP. ”Tingkat kesulitan dan bahaya tinggi kalau dipaksakan,” ucapnya.

Edo mengatakan untuk perdana MXGP sebaiknya di Lombok karena sarana prasarana dan fasilitas penunjang syarat MXGP memadai.

Edo menyebutkan sewaktu bertemu Waketum IMI Happy Harinto dan tim di Jakarta, diberitahu untuk melakukan survei terlebih dahulu. ”Supaya ada dasar, ujungnya main di Lombok, ” katanya.

Menurut dia, jika dipaksakan, konsekuensinya biaya sangat tinggi. ”Bisa terkuras banyak sekali biaya dan sponsor, investor. Kecuali didukung APBN, ” tutur dia.

IMI NTB mendukung keinginan besar Gubernur NTB apalagi untuk pemerataan Lombok-Sumbawa dalam upaya percepatan kawasan Teluk Saleh – Moyo dan Tambora (Samota).

Namun Edo mengatakan harus benar-benar dipertimbangkan persyaratan yang sangat berat kalau dilaksanakan di Pulau Sumbawa.

IMI Pusat dengan IMI NTB sebagai regulator masih akan pertimbangkan hal ini. ”Ketum IMI Bambang Soesatyo mendukung tapi dengan memperhatikan syarat-syaratnya,” ucapnya. (np)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!