6 Desember 2022
Google search engine
BerandaLombok TengahEcoRanger Academy Hadir di Lombok Untuk Dukung NTB Zero Waste

EcoRanger Academy Hadir di Lombok Untuk Dukung NTB Zero Waste

Lombok Tengah – Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri pariwisata berskala internasional. Pengembangan sektor pariwisata sedang masif dilakukan pemerintah setempat agar menunjang peningkatan perekonomian. Suksesnya Mandalika sebagai salah satu wilayah di NTB yang didapuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) turut membuka peluang potensi pengembangan sektor pariwisata di sekitarnya. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah Desa Bilebante.

Untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata, NTB berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari sampah dengan program unggulan NTB Zero Waste yang menargetkan 70% pengelolaan sampah dan 30% pengurangan sampah di tahun 2023. Program ini turut mendukung target pemerintah pusat pada tahun 2025 untuk pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017.

Mengamini inisiatif baik yang dilakukan pemerintah NTB, program EcoRanger dari Greeneration Foundation menghadirkan EcoRanger Academy di Desa Wisata Hijau Bilebante. Disini, EcoRanger berkolaborasi bersama Yayasan Aksi Indonesia  Lestari (Ddorocare) dan didukung oleh New Zealand Head of Embassy Fund (HEF). “Ddorocare adalah komunitas yang bergerak di bidang riset, edukasi, pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis sampah  di lokasi wisata dan pesisir sejak tahun 2019. Kami memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari”, kesamaan visi dengan Greeneration Foundation membuka kesempatan kami untuk berkolaborasi bersama, ujar Wahyu Rosadi sebagai Co-founder Ddorocare.

EcoRanger Academy adalah langkah inisiatif yang dilakukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan edukasi dan pendampingan masyarakat, serta dukungan operasional pengelolaan sampah yang seluruhnya menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diresmikan pada tanggal 23 Februari 2022 di Balai Desa Bilebante, Pringgarata, Lombok Tengah.

Selaras dengan misi EcoRanger untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, Desa Wisata Hijau Bilebante dipilih sebagai lokasi intervensi karena memiliki potensi pengembangan pariwisata yang mumpuni namun belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan EcoRanger di Desa Wisata Hijau, ditemukan potensi timbulan sampah mencapai 1,9 ton/hari dengan persentase sampah organik mencapai 40,97%. Sangat disayangkannya, sekitar 56.67% warga masih membuang sampahnya begitu saja ke lahan terbuka. Tentunya ini menjadi permasalahan yang harus segera dituntaskan pemerintah setempat, masyarakat, komunitas lokal, EcoRanger, dan Ddorocare dalam sebuah aksi kolaborasi.

Peresmian EcoRanger Academy ini menjadi langkah awal untuk duduk bersama masyarakat dan pemerintah setempat untuk mendiskusikan strategi yang akan dilakukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah. Lalu Maas Solihin selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLH  Lombok Tengah turut memaparkan gambaran permasalahan sampah yang terjadi di Lombok Tengah, “Saat ini, kami masih cukup kewalahan untuk menangani sampah di Lombok Tengah. Terbatasnya sarana transportasi sampah dan SDM pengelola sampah masih menjadi tantangan mengatasi sampah yang dihasilkan masyarakat yang terus bertambah. Kami harap aksi kolaborasi ini benar-benar bisa menyelesaikan persoalan yang ada”.

Oleh karena itu, beliau mengapresiasi inisiatif yang dilakukan melalui EcoRanger Academy yang dapat menjembatani upaya pemerintah dan masyarakat agar saling terintegrasi. Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah juga menawarkan solusi untuk pelaksanaan PHBS di destinasi wisata dan menyediakan layanan TPS3R. Diskusi ini turut dihadiri karang taruna, PKK, pemerintah desa, pokdarwis, Camat Pringgarata, Polsek Pringgarata  dan Koramil 1620-09/Pringgarata.

Tara D’Sousa selaku Konselor Pembangunan Kedutaan Besar New Zealand turut menjelaskan manfaat dari kegiatan EcoRanger Academy untuk masyarakat Bilebante dan lingkungan sekitarnya, “New Zealand sangat peduli akan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan untuk mempertahankan masa depan generasi penerus. Aksi kolaborasi ini adalah wujud nyata peran masyarakat Indonesia untuk kelestarian lingkungan. Tentunya aksi unik ini akan memberdayakan pemimpin muda di Desa Bilebante untuk mengatasi permasalahan sampah”.

Vanessa Letizia selaku Direktur Eksekutif Greeneration Foundation turut menghimbau bahwa laju masalah sampah masih lebih cepat dari laju solusi penanganannya , “Cepatnya laju permasalahan sampah di Indonesia membuat kita harus bisa mengakselerasi segala langkah kolaboratif. Kolaborasi ini harapannya menjadi stimulus untuk desa Bilebante, untuk mengembangkan dirinya menuju desa wisata hijau yang ramah lingkungan”. Beliau juga mengapresiasi Pemerintah Desa Bile Bante yang terus membenahi pengelolaan Desa Wisata Hijau. Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah setempat, Kepala Desa Bilebante mendeklarasikan dukungannya melalui Surat Dukungan Kepala Desa.(*)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!