10 Mei 2022
Google search engine
BerandaNasionalSambut Arahan Presiden, Gubernur NTB Akan Serbu Daerah Dengan Capaian Vaksinasi Rendah

Sambut Arahan Presiden, Gubernur NTB Akan Serbu Daerah Dengan Capaian Vaksinasi Rendah

Mataram, pelitanews – Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi secara serentak diseluruh Indonesia bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, secara virtual, bertempat di Kampus Poltekpar Lombok Tengah, Jumat (18/02).

Menanggapi arahan Presiden RI, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menyebutkan, menjelang penyelenggaraan MotoGP pada bulan Maret mendatang capaian vaksinasi untuk dosis 2 sekitar 60 persen untuk seluruh NTB. Namun khusus wilayah Lombok lebih dari 70 persen.

“Makanya kita akan menyerbu kabupaten Bima karena cakupan vaksinasinya masih rendah jauh tertinggal dengan kabupaten kota yang lain,” jelas Bang Zul pada konferensi pers usai meninjau kegiatan vaksinasi.

Saat yang sama, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub menyampaikan terkait varian Omicron yang dinilai katagori yang cepat penyebarannya. Tetapi ia mengingatkan bahwa, saat ini pemerintah tidak fokus pada jumlah kasusnya melainkan fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya.

“Yang jelas kami tidak fokus pada jumlah kasusnya, melainkan kita fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya sesuai arahan presiden,” jelas Ummi Rohmi.

Selain itu, kata Umi Rohmi pasien Omicron lebih banyak melakukan isolasi mandiri, dan tidak banyak dirawat di rumah sakit dan secara angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih 19 persen, artinya masih tercukupi.

Sementara itu, dalam arahannya, Presiden RI terus mendorong kabupaten kota di seluruh daerah provinsi di Indonesia untuk melakukan percepatan akselerasi vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 atau booster bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. Sehingga mencapai target yang lebih tinggi.

“Ini harus segera dan terus dilakukan bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. Karena 60 persen meninggal dunia dari lansia yang belum divaksin serta memiliki riwayat komorbid,” jelas presiden.

Disebutkan presiden, covid-19 varian Omicron ini bisa dikendalikan dengan dua cara yaitu melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan terutama selalu menggunakan masker ditempat-tempat keramaian yang banyak melakukan interaksinya tinggi seperti di pasar pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 162 Wira Bhakti, Polda NTB, Direktur Poltekpar Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Bupati Lombok Tengah dan masyarakat yang mengikuti program vaksinasi. (ntbone)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!